Daftar Joker123 idnlive idn poker Sbobet Mobile live22 sbobet88 casino prediksi hk
Larung Gar, Kampung Biksu Terbesar Dunia

Larung Gar, Kampung Biksu Terbesar Dunia

Larung Gar, Kampung Biksu Terbesar Dunia – Tibet menjadi kiblat dari para biksu dunia. Sana pula hidup para biksu yang belajar dan mendalami agama Buddha. Nama tempat ini adalah Larung Gar atau sebut juga Institut Buddha Serthar. Berada Lembah Larung, yang masuk dalam Prefektur Garze, China, tempat ini menjadi kampus biksu terbesar dunia.

Larung Gar dirikan pada tahun 1980 oleh seorang lama bernama Jigme Phuntsok. Dengan tradisi dan budaya Tibet, perguruan yang tadinya kecil berkembang pesat.

Pemilihan lembah ini sebagai tempat belajar agama awalnya untuk membuat biksu dan biksuni fokus. Lembah Larung dulunya tak pernah jamah manusia dan minim akses.

Namun semakin banyaknya biksu dan biksuni membuat Larung Gar jadi pemukiman. Biksu, biksuni dan siswa lainnya mulai menetap dan membangun rumah mereka dekat dengan kampus.

Tadinya pemukiman hanya berada sekitar area biara. Lama kelamaan lembah tersebut mulai padat dan meluas ke area pegunungan. Kira-kira sudah ada lebih dari 40 ribu jiwa yang tinggal sana.

Uniknya, semua bangunan rumah bangun dengan gaya tradisional. Semuanya terbuat dari kayu dan cat merah dan memiliki ruangan sepanjang 2 meter saja.

Tiap ruangan hanya berisi satu kasur lipat, kompor kecil dan cerobong asap. Ruang pemanas dan toilet dan ruang bilas gunakan bersama-sama.

Satu bangunan rumah bisa bangun dalam waktu 5-6 hari saja. Biksu, biksuni dan siswa harus meninggalkan kemewahan duniawi dan fokus memperdalam agama.

Akademi ini terbuka untuk siapa pun yang ingin mendalami agama Buddha. Siswanya mulai dari mereka yang berumur 5-100 tahun, lho!

Menurut http://hanoiquan.com.au/ Para siswa akan belajar soal budaya, medis, literatur, astronomi, dan meditasi selama 3-4 jam sehari. Mereka mengaku mendapat kedamaian dengan rutinitas tersebut.

Layaknya perkampungan, Larung Gar jauh dari kata kolot. Sana sudah ada restoran untuk para siswa dan listrik dengan tenaga surga. Tadinya akademi ini buka untuk aktivitas wisata. Namun kini tak boleh ada pengunjung agar para biksu bisa memperdalam agama dengan tenang.